Author: Success and Wisdom,
•12:01 AM





Alkisah di negeri Tiongkok, tinggallah seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang hamba yang sangat lugu, begitu lugu, hingga orang-orang menyebutnya si bodoh.

Suatu kali sang tuan menyuruh si bodoh pergi ke sebuah perkampungan miskin untuk menagih utang para penduduk di sana. "Utang mereka sudah jatuh tempo," kata sang tuan.

"Baik, Tuan," sahut si bodoh. "Tetapi nanti uangnya mau diapakan?"

"Belikan sesuatu yang aku belum punyai," jawab sang tuan.

Maka pergilah si bodoh ke perkampungan yang dimaksud. Cukup kerepotan juga
si bodoh menjalankan tugasnya; mengumpulkan receh demi receh uang hutang
dari para penduduk kampung. Para penduduk itu memang sangat miskin, dan pula
ketika itu tengah terjadi kemarau panjang.

Akhirnya si bodoh berhasil jua menyelesaikan tugasnya. Dalam perjalanan pulang ia teringat pesan tuannya, "Belikan sesuatu yang belum aku miliki."

"Apa, ya?" tanya si bodoh dalam hati.

"Tuanku sangat kaya, apa lagi yang belum dia punyai?"

Setelah berpikir agak lama, si bodoh pun menemukan jawabannya. Dia kembali ke perkampungan miskin tadi. Lalu dia bagikan lagi uang yang sudah dikumpulkannya tadi kepada para penduduk.

"Tuanku, memberikan uang ini kepada kalian," katanya.

Para penduduk sangat gembira. Mereka memuji kemurahan hati sang tuan.

Ketika si bodoh pulang dan melaporkan apa yang telah dilakukannya, sang tuan geleng-geleng kepala, sambil memarahi nya.

"Benar-benar bodoh," omelnya.

Waktu berlalu. Terjadilah hal yang tidak disangka-sangka, pergantian pemimpin karena pemberontakan membuat usaha sang tuan tidak semulus dulu.

Belum lagi bencana banjir yang menghabiskan semua harta bendanya.

Pendek kata sang tuan jatuh bangkrut dan melarat. Dia terlunta meninggalkan rumahnya. Hanya si bodoh yang ikut serta. Ketika tiba di sebuah kampung, entah mengapa para penduduknya menyambut mereka dengan riang dan hangat;,mereka menyediakan tumpangan dan makanan buat sang tuan.

"Siapakah para penduduk kampung itu, dan mengapa mereka sampai mau berbaik hati menolongku?" tanya sang tuan.

"Dulu tuan pernah menyuruh saya menagih utang kepada para penduduk miskin kampung ini," jawab si bodoh.

"Tuan berpesan agar uang yang terkumpul saya belikan sesuatu yang belum tuan punyai. Ketika itu saya berpikir, tuan sudah memiliki segala sesuatu. Satu-satunya hal yang belum tuanku punyai adalah cinta di hati mereka. Maka saya membagikan uang itu kepada mereka atas nama tuan. Sekarang tuan menuai cinta mereka."


~Kekuatan cinta kasih mampu menyatukan perbedaan status manusia. Cinta kasih yang universal yang harus kita bagikan kepada siapa saja di muka bumi ini, karena kesadaran kita adalah satu. Dengan cinta kasih maka akan memotivasi kita untuk melakukan kebajikan dalam hati. Seperti pepatah cina kuno "Berbuat kebajikan, bencana belum datang akan ditutupi oleh keberuntungan, namun berbuat jahat, keberuntungan mau datang, namun akan ditutupi oleh bencana" maka dari itu, sebarkanlah benih-benih cinta kasih dalam hidup kita, dan perbanyaklah berbuat kebajikan~

Dari Saya,

Success and Wisdom

Bodhi Taruna

|
Author: Success and Wisdom,
•7:35 PM








Alkisah disuatu siang hari yang cerah, terdapat seekor siput kecil yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan menuju sebuah pohon cerry yang sangat tinggi. Siput tersebut berjalan dengan pelannya menelusuri satu persatu dahan pohon cerry tersebut.

Waktu pun terus berlalu, hari-hari mulai berganti, namun siput kecil terus melanjutkan niatnya untuk memanjati pohon cerry tersebut. Burung-burung disekitar dahan pohon cerry itu pun mulai memperhatikan si siput dari atas. Mereka mencibir dan bersiul-siul seakan-akan ingin mengolok-ngolok si siput kecil.

Sampailah si siput itu di dahan dimana burung-burung berhinggapan. Melihat si siput sedang mendaki dahan tersebut, salah satu burung pun bertanya :

"Wahai siput kecil yang tolol, mengapa engkau berusaha memanjat pohon cerry ini, kamu tahu sendirikan, pohon cerry ini belum berbuah, dan tidak ada buah cerry diatas"

Si siput kecil dengan ramah, menjawab :

"Wahai sahabat ku burung, walaupun pohon cerry ini belum berbuah, namun sesampainya saya di atas pohon cerry tersebut, tentu lah pohon cerry tersebut telah berbuah"

Mendengar kata-kat si siput kecil, burung-burung terus mengolok-ngolok dan mengatakan si siput gila...

Musim semi pun telah tiba, dan bunga-bunga mulai tampak menghiasi hutan tersebut. Tampak si siput kecil yang masih mendaki pohon cerry dengan giatnya, pohon cerry pun telah berbuah dengan lebatnya. Si siput kecil pun telah sampai di dahan paling atas, dan menikmati buah-buah cerry yang begitu banyak, sedangkan burung-burung yang semula menghina si siput kecil pun mulai terdiam, dan menyadari kesalahan mereka mengolok-ngolok si siput kecil.

~Kerja keras, dan tekad yang membajalah, yang dapat menghantarkan orang ke pintu sukses. Dengan mimpi, kita memiliki kekuatan untuk mewujudkannya. Seperti si siput kecil yang percaya, bahwa pohon cerry akan berbuah, maka kita pun harus berusaha dengan keras, dan tekun, dan yakinlah diatas sana, sukses telah menunggu kita, jangan mudah menyerah.....dan biarkan orang-orang negatif yang menghina kita, buktikan bahwa kita bisa....~

Dari Saya,

Success and Wisdom

Bodhi Taruna


|