Author: Success and Wisdom,
•11:13 PM






Disuatu desa yang dekat dengan pergunungan, tinggallah seorang nenek yang sebatang kara. Dia tinggal sendirian dan hanya ditemanin oleh seekor anjing kecil, sahabat sejatinya. Sehari-hari nenek tua tersebut bercocok tanam di halamannya yang kecil, menanam beraneka macam sayur-sayur sebagai sumber makanannya.

Dia telah lama ditinggal oleh keluarga tercintanya, suaminya telah lama meninggalkannya karena menikah lagi dengan seorang janda kaya. Sedangkan anak semata wayangnya meninggal pada saat berusia 5 tahun akibat terjatuh di sungai tak jauh dari tempat sang nenek tua tinggal. Namun walaupun hidup sebatang kara, nenek tersebut selalu bersikap riang dan tersenyum kepada siapa saja yang ditemuinya, sekalipun dengan anjing ataupun hewan-hewan yang dilihatnya. Dia selalu menyapa setiap orang yang dijumpainya.

Sikap riang dan ramah tersebut membuat semua orang menyukainya, dan memberinya julukan Si Nenek Bijaksana.

Suatu hari, tak jauh dari rumah si nenek bijaksana, terlihat seorang pemuda yang sedang patah hati sambil membawa sebilah pisau tajam yang ditancap2kan ke tanah. Sesekali pemuda itu terlihat duduk diam, dan tak lama kemudian terlihat wajahnya yang kusut memandang kosong ke suatu arah yang tidak jelas.

Melihat pemuda tadi, si nenek bijaksana tahu bahwa pemuda tersebut banyak memiliki masalah dan dia pun mendekatinya. Disapanya ramah si pemuda tersebut:
"Wahai anak muda, kenapa engkau begitu kusut, apa yang menjadi masalah bagi mu? mungkinkah aku dapat membantunya?' tanya si nenek ramah
Pemuda tadi memandang sang nenek dan seketika kembali memandang suatu arah dengan tatapan kosongnya tanpa menjawab perkataan nenek tersebut sedikit pun

Melihat sikap pemuda tersebut yang tidak mengabaikan kata-katanya, sang nenek pun tersenyum dan diambilnya pisau ditangan sang pemuda dan diukirnya satu kata ditanah tepat didepan sang pemuda. Satu kata tersebut adalah LEPASKANLAH.

Melihat kata tersebut sang pemuda menitikkan air mata, dan menatap sang nenek dengan berkata:
"Saya telah memikirkan masalah ini sampai berapa minggu, dan aku pun berniat untuk bunuh diri karena selalu tidak berhasil mengikuti ujian menjadi seorang pejabat negara walaupun telah aku ikuti berulang-ulang kali, namun satu kata dari mu membuat aku mengerti arti hidup"

"Anak muda, apapun masalah mu, jangan menyiksa dirimu seperti ini. Karena ingatlah apapun masalahmu pasti ada pemecahannya, bila kamu mau berpikir untuk melepaskannya" sahut sang nenek

"Jadikanlah masalah sebagai proses hidupmu, bukan sebagai beban dalam kehidupan mu, karena dengan begitu kita akan dapat menghargai hidup ini dengan sungguh-sungguh" lanjut sang nenek

Sang nenek bijaksana pun menceritakan hidupnya yang sebatang kara namun dapat menikmati hidup ini tanpa merasanya sebagai beban. Sang pemuda yang mendengarkan cerita sang nenek bijaksana pun menyadari masalah yang dihadapinya tidak lah sebesar masalah yang dihadapi sang nenek namun dirinya cepat menyerah dan mengambil jalan pintas untuk memecahkan masalah tersebut.

~Jangan jadikan masalah "kecil" sebagai alasan kita untuk tidak bisa sukses. sering kali kita jumpai dikehidupan sehari-hari, anak muda yang tidak mau melanjutkan sekolah karena tidak lulus ujian disekolah favoritnya, karyawan yang berhenti kerja karena gagal menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya, dan masalah-masalah "kecil" lainnya yang dijadikan tameng untuk tidak sukses dan putus asa. Ingatlah, "Masalah besar jadikanlah menjadi Masalah kecil, dan masalah kecil anggaplah hilang". Pola pikir demikianlah, yang menjadikan kita individu yang sukses dengan bijaksana. Jangan terpaku pada satu masalah "kecil". Lepaskanlah......masih banyak masalah dihidup kita. Jangan jadikan masalah "kecil" sebagai penghalang kesuksesan kita~

Dari Saya,

Success and Wisdom

Bodhi Taruna
|
Author: Success and Wisdom,
•7:46 PM



Seorang wanita muda sedang duduk termenung dikamarnya.sesekali diusapnya air mata yang tampak mulai mengering disekitar matanya. Mulutnya dikulum dengan wajah yang begitu kusut, seolah-olah menandakan dia dipenuhi sejuta masalah dikepalanya


Dipandangnya kaca yang menghadapnya dan sambil berteriak dia pun berkata :
“Aku selalu mencintainya...kenapa dia tega meninggalkan ku, begitu hinakah diriku sampai dia mau meninggalkan ku? Buat apa aku hidup lagi?

Suara teriaknya mengemah ke seisi kamar hingga ibunya yang berada di luar kamar pun mendengarkan teriakan anaknya. Dengan perasaan cemas dia pun mendekati kamar sang anak

Anakku ada masalah apakah gerangan yang membuat engkau berteriak begitu kerasnya?” tanya sang ibu. Sambil menanggis dipeluknya ibunya dan dia pun bercerita mengenai kekasihnya yang meninggalkan nya. Dengan senyum dan kehangatannya, sang ibu memeluknya dan mengusap kepala sang anak dengan penuh kasih.

"Anakku, coba kamu lihat kepalamu. Dia selalu menghadap kedepan, namun tidak bisa menghadap kebelakang? Mengapa kepala diciptakan seperti itu, tahukah kamu apa sebabnya? Tanya sang ibu kepada anaknya

"Aku tidak pernah berpikir tentang itu. Bisa jelaskan kepadaku?"tanya anaknya dengan suara serak.

Tentu saja anakku, kepala kita diciptakan menghadap ke depan agar kita selalu melihat kedepan, bukan untuk menghadap ke belakang, selalu melihat masa lalu. Biarkanlah masa lalu hanya menjadi kenangan saja. Seperti halnya kamu, jangan karena kesedihan sesaat, kamu malah melakukan hal yang tidak terpuji. Biarkanlah semua sebagai masa lalu mu, sebagai bagian dari hidup mu” Nasehat ibunya kepada sang anak

Ingatlah anak ku, selalulah melihat kedepan, dan jangan menyesal apapun yang telah terjadi pada kita, karena itu adalah bagian dari proses hidup kita” lanjut sang ibu

Terima kasih ibu, aku mengerti sekarang” Jawab sang anak sambil memeluk sang ibu

"Jangan Pernah Lari Dari Masalah, Hadapilah Dan Masalah Pun Akan Terselesaikan" Pepatah yang sangat cocok untuk kita renungi. Kadang kala, sebuah masalah kecil mampu membuat kita menyerah dan mengambil jalan pintas untuk menyelesaikannya. Hadapilah, dengan selalu melihat kedepan, jangan terlarut berlebihan terhadap suatu masalah, karena orang bijak adalah orang yang selalu menatap kedepan dan menganggap masa lalu sebagai bagian dari sebuah proses hidup"

Dari Saya,

Success an Wisdom

Bodhi Taruna

|