Author: Success and Wisdom,
•3:11 AM






Alkisah, disebuah restoran mewah, terlihat seorang jutawan yang duduk disalah satu meja di restoran tersebut. Mukanya murung dan seperti sedang berpikir keras.
"Kenapa setiap orang selalu mengatakan aku kikir, padahal aku akan menyumbangkan seluruh harta ku ke yayasan sosial, apabila aku telah meninggal nantinya"
cerita sang jutawan kepada pelayan yang sedang melayaninya.

"Tuan saya akan menceritakan kisah lembu dan ayam, mungkin cerita ini ada manfaatnya"

Pelayan pun mulai bercerita, Pada jaman dahulu hiduplah seekor lembu dan seekor ayam disuatu tempat yang berdekatan. Si lembu sangat disayangi oleh tetangga-tetangganya dan sangat dihormati. Sebaliknya sang ayam sangat iri dengan perilaku para tetangga terhadap lembu.
"Kenapa setiap orang begitu menghormati mu, sedangkan aku juga sangat berjasa, memberikan daging ku kepada manusia untuk dimakan, bulu ku untuk dipakai sebagai pembersih debu. dan manusia memasak sop menggunakan kaki ku untuk mendapatkan kesehatan. Sedangkan engkau hanya memberikan susu mu pada manusia" sahut ayam dengan kesalnya kepada lembu

Mendengar kata-kata si ayam, si lembu menjawab dengan santainya

"Mungkin aku memberikan susu pada saat aku masih hidup, sedangkan kamu memberikan nya semua yang kau katakan tadi setelah engkau mati"

~Sungguh untuk berbuat baik, kita tidak perlu menunggu pada saat kita sudah tua atau meninggal. Perbuatan baik yang sejati sesungguhnya diberikan kapan saja orang lain butuhkan tanpa mengharapkan jasa dan pamrih. Karena dengan begitu ketulusan hati menyertai setiap titik tindakan yang kita lakukan kepada orang lain. Mulai detik ini perbuatan sekecil apapun, lakukan lah sekarang juga, jangan menunda dan tanpa pamrih~

Dari Saya,

Success and Wisdom

Bodhi Taruna
|
Author: Success and Wisdom,
•11:42 PM







Alkisah disuatu kerajaan yang sangat mewah,tinggallah seekor jangkrik besar didalam sebuah kandang mewah bersama beberapa jangkrik yang lain, mereka setiap hari nya selalu bernyanyi-nyanyi ria sambil melompat-lompat dengan cerianya. Namun dari semua jangkrik-jangkrik yang ada dikandang tersebut, si jangkrik besar adalah pelompat tertinggi.

"Aku adalah pelompat terhebat didunia ini, tidak ada yang bisa mengalahkan lompatan ku"
sesumbar sang jangkrik setiap hari nya. Jangkrik yang lain hanya bisa menundukkan kepala, dan membenarkan perkataan si jangkrik besar.

Pada suatu pagi, seperti biasa para jangkrik sedang bernyanyi dan melompat-lompat, dan si jangkrik besar dengan semangatnya melompat setinggi-tingginya. Dia seakan-akan ingin memberi tahukan seluruh dunia bahwa dialah pelompat tertinggi.

Dalam waktu yang bersamaan lewat lah seekor kutu anjing didepan kandang itu sambil melompat-lompat dengan santainya, dan seluruh isi kandang tersebut memandanginya dengan sangat mempesona karena kutu tersebut melompat lebih tinggi dari si jangkrik besar, padahal dia sedang melompat dengan santainya.

Si jangkrik besar pun merasa malu dan dia pun berkata:
"Wahai kutu kecil, kenapa engkau bisa melompat begitu tingginya, padahal berbadan kecil"
Si kutu pun menjawabnya dengan bijaksana:
"Kemampuan kita bukan ditentukan oleh besar kecilnya tubuh kita, namun semangat dan keyakinan untuk selalu belajar melompat tinggi tanpa berhentilah yang membuat aku bisa melompat dengan tinggi. Kemampuan kita berbeda karena kamu selalu menciptakan "kandang" dalam pikiran mu"

Si jangkrik besar pun tersadar, karena selama ini dirinya hanya sebagai pelompat tertinggi dalam kandangnya saja, padahal masih banyak yang bisa melompat lebih tinggi di dunia ini. Dia menciptakan kandangnya sendiri dalam pikirannya, sehingga semangat untuk belajar dan belajar lagi pun terlupakan~

~Semangat untuk belajar, berusaha dan tidak pernah kenal lelah sangat diperlukan agar kita bisa menjadi selalu maju dan berkembang. Jangan ciptakan "kandang" dalam pikiran kita, karena hanya akan menimbulkan sifat sombong yang menyebabkan kemunduran dalam diri kita. Waktu terus berjalan, dan kitapun harus selalu senantiasa belajar dan belajar lagi. Ingat, diatas langit masih ada langit. Buat diri kita menjadi yang terdepan dengan menghilangkan "kandang" dalam pikiran dan semangat anda~

Dari Saya,

Success and Wisdom

Bodhi Taruna


|