Author: Success and Wisdom,
•7:35 PM








Alkisah disuatu siang hari yang cerah, terdapat seekor siput kecil yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan menuju sebuah pohon cerry yang sangat tinggi. Siput tersebut berjalan dengan pelannya menelusuri satu persatu dahan pohon cerry tersebut.

Waktu pun terus berlalu, hari-hari mulai berganti, namun siput kecil terus melanjutkan niatnya untuk memanjati pohon cerry tersebut. Burung-burung disekitar dahan pohon cerry itu pun mulai memperhatikan si siput dari atas. Mereka mencibir dan bersiul-siul seakan-akan ingin mengolok-ngolok si siput kecil.

Sampailah si siput itu di dahan dimana burung-burung berhinggapan. Melihat si siput sedang mendaki dahan tersebut, salah satu burung pun bertanya :

"Wahai siput kecil yang tolol, mengapa engkau berusaha memanjat pohon cerry ini, kamu tahu sendirikan, pohon cerry ini belum berbuah, dan tidak ada buah cerry diatas"

Si siput kecil dengan ramah, menjawab :

"Wahai sahabat ku burung, walaupun pohon cerry ini belum berbuah, namun sesampainya saya di atas pohon cerry tersebut, tentu lah pohon cerry tersebut telah berbuah"

Mendengar kata-kat si siput kecil, burung-burung terus mengolok-ngolok dan mengatakan si siput gila...

Musim semi pun telah tiba, dan bunga-bunga mulai tampak menghiasi hutan tersebut. Tampak si siput kecil yang masih mendaki pohon cerry dengan giatnya, pohon cerry pun telah berbuah dengan lebatnya. Si siput kecil pun telah sampai di dahan paling atas, dan menikmati buah-buah cerry yang begitu banyak, sedangkan burung-burung yang semula menghina si siput kecil pun mulai terdiam, dan menyadari kesalahan mereka mengolok-ngolok si siput kecil.

~Kerja keras, dan tekad yang membajalah, yang dapat menghantarkan orang ke pintu sukses. Dengan mimpi, kita memiliki kekuatan untuk mewujudkannya. Seperti si siput kecil yang percaya, bahwa pohon cerry akan berbuah, maka kita pun harus berusaha dengan keras, dan tekun, dan yakinlah diatas sana, sukses telah menunggu kita, jangan mudah menyerah.....dan biarkan orang-orang negatif yang menghina kita, buktikan bahwa kita bisa....~

Dari Saya,

Success and Wisdom

Bodhi Taruna


|
Author: Success and Wisdom,
•8:33 PM





Alkisah dijaman Tiongkok kuno, disebuah kerajaan yang sangat megah, tinggallah seorang Raja yang sangat angkuh dan sombong. Dia sangat menginginkan dapat menguasai seluruh permukaan Tiongkok, sehingga tidak ada kepuasan didalam dirinya. Pada suatu pagi yang cerah, Raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Di keramaian, ia berpapasan dengan seorang pengemis.

Sang raja menyapa pengemis ini:
Apa yang engkau inginkan dari dariku, wahai rakyat ku”
Si pengemis itu tersenyum dan berkata:

Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba”
Sang raja terkejut, ia merasa tertantang:

Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta, katakanlah!”
Maka sang pengemis pun berkata:

Hamba menyarankan agar Tuanku berpikir 2 kali, sebelum memenuhi keinginan hamba”

Ternyata Pengemis itu bukanlah pengemis sembarang, dia adalah dewa yang menjelma menjadi pengemis untuk menguji sang Raja, namun raja tidak menyadari hal itu. Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, karena mendapat nasehat dari seorang pengemis.

Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi permintaanmu. apapun juga! Aku adalah Raja yang paling berkuasa dan kaya-raya”

Dengan penuh kepolosan dan kesederhanaan si pengemis itu mengeluarkan mangkuk sedekahnya sambil berkata:

Tuanku, hamba hanya minta tuanku mengisi mangkok ini dengan benda yang paling berharga yang perna dimiliki raja”

Bukan main! Raja menjadi geram mendengar 'tantangan' pengemis dihadapannya. Segera ia memerintahkan bendahara kerajaan yang ikut dengannya untuk mengisi penuh mangkuk si pengemis tersebut dengan emas! Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar yang di bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis. Anehnya, emas dalam pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah tersebut.

Tak mau kehilangan muka di hadapan rakyatnya, sang raja terus memerintahkan bendahara mengisi mangkuk itu. Tetapi mangkuk itu tetap kosong. Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan emas, intan berlian, telah habis dilahap mangkuk sedekah itu.Mangkuk itu seolah tanpa dasar, berlubang.

Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di kaki si pengemis , si pengemis pun akhirnya menampakkan wujud aslinya. Begitu terkejutnya Raja melihat sesosok dewa dihadapannya.

Wahai Raja yang serakah, dengarkanlah kesombongan dan keserakahan duniawi tidak akan habisnya, seperti mangkuk tidak beralas tersebut, berapapun besar harta yang kamu masukkan, akan tertelan didalamnya. Maka jadikanlah kebaikan dan kesahajaan sebagai alas dari mangkuk hidupmu”

Begitu mendengar kata-kata dari sang dewa, sang Raja pun tersadarkan dan berjanji akan menjadi raja yang penuh kebaikan dan kesahajaan.

~Kesombongan dan keserakahan merupakan akar yang harus kita cabut, lubang yang harus ditutupi, karena seperti sumur yang dalam, kesombongan dan keserakahan tidaklah memiliki dasar. Keinginan membuat manusia terlena dalam keduniawian. Kikis dan tanamlah semua itu dengan sifat murah hati, dan bersyukur terhadap apa yang kita miliki sekarang ini, serta memperbanyak perbuatan baik setiap hari nya~

Dari Saya,


Success and Wisdom

Bodhi Taruna
|