Author: Success and Wisdom,
•6:15 AM




Disuatu telaga besar milik seorang saudagar kaya, hidup lah bermacam-macam ikan dengan suka cita. Telaga yang begitu besar dengan berbagai macam tanaman air yang menghiasi, memberikan suasana tenang bagi siapa saja yang melihatnya. Tepat ditengah telaga tersebut, terdapat sebuah air mancur kecil, yang menghasilkan gelembung-gelembung udara didalam air. Ikan yang berada didalam telaga tersebut terlihat kesana kemari dengan gembira bermain-main dengan gelembung-gelembung air tersebut.

Sang saudagar kaya sangat mencintai ikan-ikannya sehingga dengan rajin setiap harinya, dia memberi makan ikan-ikan tersebut dengan udang-udang kecil yang dihaluskan. Hampir ratusan ikan yang tinggal didalam telaga tersebut, dengan berbagai macam jenis dan bentuknya. Dari ratusan ikan tersebut, terdapat seekor ikan mas bertubuh besar dan berwarna emas. Sepintas ikan ini sangatlah lincah dan menarik, namun ada satu sifat jelek yang dimiliki ikan ini, yaitu sifat ketergantungannya.

Pada saat siang hari, ikan-ikan di telaga tersebut seperti biasa menanti tuannya untuk diberi makan, termasuk si ikan mas. Namun setelah ditunggu-tunggu sang saudagar kaya yang dinanti tidak datang juga. Ternyata karena suatu kesibukkan mengharuskan sang saudagar kaya untuk keluar kota untuk waktu yang agak lama. Ikan-ikan ditelaga tersebut berinisiatif memakan tanaman air yang ada disekitar telaga tersebut, hanya si ikan mas yang tetap menunggu dan menunggu

"Hai ikan mas, makanlah tanaman air ini, kamu tinggal menggigit dan mengunyahnya, untuk makan siang kamu" Teriak ikan-ikan yang lain kepada si ikan mas

"Tidak, akan tidak bisa memakan dan mengigitnya. Saya tidak bisa. Saya akan menunggu tuan kita memberi makan saja" Jawab ikan mas itu dengan ketusnya

Hari semakin malam, namun sang saudagar kaya yang ditunggu ikan mas tersebut, tidak kunjung datang. Ikan-ikan yang lain, sudah kenyang menyantap tanaman air, hanya si ikan mas yang kelaparan karena belum memakan apa pun. Akibat menahan lapar yang begitu dahsyat, si ikan mas mulai merasa lemas di sekujur tubuhnya, namun dia tetap merasa tidak bisa memakan tanaman air tersebut, karena dia terbiasa diberikan makan oleh tuannya.

Sudah 2 hari, si ikan mas menahan lapar dan akhirnya tubuhnya pun kaku karena kelaparan, di lubung makanan yang berlimpah. Dia mati bukan karena tidak ada makanan, namun karena sifat ketergantungan terhadap orang lain.

~Banyak sekali kita melihat di kehidupan ini, sifat ketergantungan yang berlebih terhadap orang tua, saudara dan terhadap orang lain. Sifat ketergantungan yang berlebih akan membuat diri kita tidak terasah, merasa tidak percaya diri dan tidak mampu memekpresikan kemampuan diri kita. Kita boleh belajar, mengikuti dan dimotivasi oleh orang lain, namun hendaknyalah kita harus selalu yakin pada kemampuan diri kita dan menjadi diri kita sendiri, karena setiap orang punya kemampuan untuk menjadi sukses, hanya pandangan dan perjuangan akan arti sukses yang salah, yang menghalangi datangnya kesuksesan tersebut. Jadilah diri anda seutuhnya!!!~

Dari Saya,

Success and Wisdom

Bodhi Taruna

|
Author: Success and Wisdom,
•7:04 PM









Tenzing Norgay adalah nama orang. Mungkin sebagian dari kita akan mengatakan sebagai nama yang aneh..dan darimana orang itu berasal? Mungkin sebagaian orang ada yang mengenal nama ini atau mungkin juga tidak. Namun bagaimana kalo Sir Edmund Hillary? ya tentu saja semua orang mengenal nama besar beliau.

Sir Edmund Hillary adalah seorang pendaki gunung tertinggi didunia, Puncak Gunung Everest, pertama didunia. Tetapi saat ini kita tidak sedang membahas Sir Edmund Hillary, sebagai pendaki gunung tertinggi pertama di dunia, namun Tenzing Norgay.

Tenzing Norgay adalah seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu jalan bagi pendaki gunung yang berniat untuk mendaki puncak gunung Everest. Tenzing Norgay (Orang Nepal menyebutnya Sherpa) adalah pemandu bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama Sir Edmund Hillary berhasil mendaki puncak gunung Everest, dengan ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan laut, dan menjadi orang pertama yang kemudian memberikan inspirasi bagi pendaki-pendaki gunung berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka.

Pada rentang waktu 1920 sampai 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha untuk menaklukkan puncak gunung Everest mengalami kegagalan. Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangatlah fenomenal mengingat baru berakhirnya perang dunia II, dan menjadi semacam inspirator untuk meningkatkan kembali kepercayaan diri bagi seluruh dunia.

Karena keberhasilannya Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal didunia. Tetapi dibalik keberhasilannya Tenzing Norgay memiliki peranan yang sangat besar, namun mengapa Tenzing Norgay tidak terkenal, dan mendapat semua yang didapat oleh Sir Edmund Hillary? Padahal ia adalah pemandu yang membantu dan mengantarkan Sir Edmund Hillary ke puncak gunung Everest. Seharusnya bisa saja dia yang menginjakkan kaki pertamanya di puncak gunung Everest, bukan Sir Edmund Hillary.

Sesaat setelah Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay kembali dari puncak gunung Everest, semua reporter mengejar dan berebut untuk mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay. Berikut petikan dari wawancaranya:

Reporter : "Bagaimana perasaan dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung Everest"
Tenzing Norgay: " Sangat senang sekali"
Reporter : "Anda kan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentu saja posisi anda berada didepannya, bukankah seharusnya anda menjadi orang pertama yang menginjakki puncak gunung Everest?"
Tenzing Norgay : " Ya, benar. Pada saat tinggal selangkah lagi, saya mempersilakah dia untuk menjejakkan kakinya. dan menjadi orang pertama pendaki gunung Everest."
Reporter: " Mengapa anda melakukannya"
Tenzing Norgay : " Karena itu adalah impiannya, bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil mengantar dan membantunya mengapai impiannya"

Ya, demikianlah sekelumit cerita mengenai kisah tentang Tenzing Norgay, yang senang dan dengan iklas membantu seseorang untuk mencapai keberhasilan tanpa memikirkan dirinya sendiri.

~Sungguh luar biasa cerita diatas, Sifat dan sikap yang dimiliki oleh Tenzing Norgay, dengan mementing kepentingan orang lain, tanpa memikirkan imbalan ataupun jasa, tentu saja memberikan semangat tinggi dalam menjunjung nilai rendah hati. Apabila kita dapat berpikir dan bertindak sedemikian rupa, niscaya dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang berjiwa besar dengan pemikiran dan hati yang bijak. Semoga cerita diatas dapat menjadi kan inspirasi bagi kita semua, untuk berusaha dan menjadi teladan bagi semua orang~

Dari Saya,

Success and Wisdom

Bodhi Taruna

(Cerita disadur dari maillist dharmajala@yahoogroups.com)

|