Author: Success and Wisdom,
•7:09 PM






Seorang anak menghampiri ibunya yang sedang sibuk menyiapkan hidangan makanan malem, di serahkannya selembar kertas kepada ibunya. Sang ibu mengambil dan membaca tulisan yanga da di lembar kertas tersebut

BIAYA MEMBANTU IBU :

Biaya Mencuci Piring Rp. 10.000
Biaya Membuang Sampah Rp. 5.000
Biaya Menjaga adik Rp 25.000
Biaya Menyapu Rp 15.000
--------------
Total Rp. 55.000

Setelah membaca, sang ibu tersenyum kepada sang anak, dan kemudian diambilnya selembar kertas kosong, ditulisnya dan kemudian diserahkan ke anaknya tadi.

BIAYA MEMBESARKAN MU :

Biaya Mengandung mu selama 9 bulan GRATIS
Biaya Membesarkan mu GRATIS
Biaya menjaga mu setiap hari GRATIS
Biaya kasih sayang GRATIS
Biaya Membersihkan Popokmu GRATIS

Membaca kertas yang diberikan sang ibu, sang anak pun berlinang air mata, di tatapnya sang ibu dengan tatapan penyesalan dan dengan segera diambilnya kertas yang tadi diberikan kepada sang ibu, dan dengan segera dia pun menuliskan "LUNAS" pada kertas tersebut.

~Sungguh besar kasih sayang ibu kepada kita, dan tanpa meminta sedikit pun imbalan mereka melakukannya dengan ikhlas. Namun kadang kala kita sebagai anak terlalu egois dan perhitungan apabila mereka minta bantuan kecil kepada kita. Orang bijak tentu sangat menghargai dan menghormat orang tuanya. Karena ibu dan ayah kita adalah contoh konkret insan sukses dalam membesarkan kita. Semoga kita dapat selalu menghargai dan memberikan yang terbaik kepada kedua orang tua kita sepanjang jantung kita berdetak~

NB : Tak lupa saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada ibu saya yang ke-60, semoga selalu dipenuhi umur panjang dan kesehatan.

Dari Saya,

Success and Wisdom

Bodhi Taruna

(Cerita dikutip dari email yang dikirimkan ke bodhitaruna@gmail.com)

|
Author: Success and Wisdom,
•8:03 PM




Dahulu kala hiduplah dua orang kakak beradik di suatu desa. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dia kepada mereka berdua dua hal yang harus dipatuhi, untuk kesuksesan kehidupan mereka :

pertama, jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu
kedua, jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Ibunya yang masih hidup merasa binggung terhadap hal tersebut, dan suatu hari dia tuh menanyakannya kepada mereka berdua :

"Kalian memiliki usaha dibidang yang sama tapi kenapa sulung bisa menjadi kaya dan bungsu bisa menjadi tambah miskin?" tanya si Ibu

"Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak" Sahut si bungsu

"Terus engkau si sulung kenapa engkau bisa sukses, apa rahasianya" Tanya si ibu kembali

"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama" Jawab si sulung mengenai rahasia suksesnya

~Setiap orang memiliki pandangan dan pengertian yang berbeda-beda terhadap suatu masalah, namun pengertian bijak seperti si sulung lah yang harus kita tiru. Menanggapi positif setiap masalah dan menjadikannya suatu arahan peluang untuk meraih sukses. Sungguh luar biasa. Jangan hanya bisa menyesali kehidupan akan suatu masalah. Karena sesungguhnya orang sukses adalah orang yang bisa memanfaatkan secara maksimal apa yang dia punya, bukan hanya menyalahkan dan mengkambinghitamkan nasib ataupun masalah~

Dari Saya

Success and Wisdom

Bodhi Taruna

(Artikel disadur dari mailing list dharmajala@yahoogroups.com)

|